Kajian bidang ilmu bisa saja mengambil sebuah kesimpulan tentang peradaban manusia di bumi.
secara histori manusia memiliki hakekat dasar yang melekat pada dirinya, yaitu akal pikiran & hati nurani...
yang kerap sebagai pemicu atau sebagai kontrol atas jiwa dan raga yang di kuasainya.
Secara sadar manusia pada dasar tahu yang baik dan yang tidak baik.
Jika secara theologis kita mengkajinya, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan manusia pada dasarnya diciptakan baik oleh sang Pencipta.
maka tidak heran jika pernyataan tersebut kerap mendapat penentangan akan hakekat dasar yang melekat pada manusia, keyakinan dan kepercayaan dibenturkan dengan pandangan beberapa cabang ilmu pada jaman modern ini sangat sulit untuk menjadikannya sebuah wacana yang mendasar.
sejak diciptakan, manusia sudah memiliki akal dan pikiran terhadap mana yang baik dan mana yang tidak baik. Begitu juga seterusnya seiring waktu berjalan. tetapi tak jarang ditemui manusia sebagai mahluk yang memiliki otoritas atas dirinya tidak dapat menjadikannya sebagai kontrol atas dirinya, malah cenderung menjadi penghalang akan pemahaman terhadap baik dan tidak baik pada interaksinya sebagai manusia.
hal terkecil yang dapat di lihat pada lingkungan sekitar adalah semakin hilangnya manusia akan hakekat dasarnya sebagai manusia.
kejahatan, ketamakan, kesombongan, dan lainnya sudah ada sejak manusia itu ada. Maka tidak heran jika dari masa ke masa sulit bagi manusia untuk keluar dari pergumulan akan dirinya sendiri.
Jangankan diluar dari pada komunitas kita, di dalam komunitas kita sendiri bahkan diri kita sendiri kerap kita temui kepudaran hakekat dasar manusia itu sendiri. maka timbullah hilangnya rasa percaya, simpatik & apresiasi dalam intersinya sesama manusia.
saling menyimpan rasa yang bukan sebagai manusia, bila perlu berbagai cara dapat dilakukan tanpa memperdulikan bahwa dia adalah manusia.
Masa ke masa tetap sama hal yang ditemui, hanya berbeda waktu, tempat & caranya.......
Kita kehilangan kesadaran akan hakekat mendasar sebagai manusia.
secara histori manusia memiliki hakekat dasar yang melekat pada dirinya, yaitu akal pikiran & hati nurani...
yang kerap sebagai pemicu atau sebagai kontrol atas jiwa dan raga yang di kuasainya.
Secara sadar manusia pada dasar tahu yang baik dan yang tidak baik.
Jika secara theologis kita mengkajinya, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan manusia pada dasarnya diciptakan baik oleh sang Pencipta.
maka tidak heran jika pernyataan tersebut kerap mendapat penentangan akan hakekat dasar yang melekat pada manusia, keyakinan dan kepercayaan dibenturkan dengan pandangan beberapa cabang ilmu pada jaman modern ini sangat sulit untuk menjadikannya sebuah wacana yang mendasar.
sejak diciptakan, manusia sudah memiliki akal dan pikiran terhadap mana yang baik dan mana yang tidak baik. Begitu juga seterusnya seiring waktu berjalan. tetapi tak jarang ditemui manusia sebagai mahluk yang memiliki otoritas atas dirinya tidak dapat menjadikannya sebagai kontrol atas dirinya, malah cenderung menjadi penghalang akan pemahaman terhadap baik dan tidak baik pada interaksinya sebagai manusia.
hal terkecil yang dapat di lihat pada lingkungan sekitar adalah semakin hilangnya manusia akan hakekat dasarnya sebagai manusia.
kejahatan, ketamakan, kesombongan, dan lainnya sudah ada sejak manusia itu ada. Maka tidak heran jika dari masa ke masa sulit bagi manusia untuk keluar dari pergumulan akan dirinya sendiri.
Jangankan diluar dari pada komunitas kita, di dalam komunitas kita sendiri bahkan diri kita sendiri kerap kita temui kepudaran hakekat dasar manusia itu sendiri. maka timbullah hilangnya rasa percaya, simpatik & apresiasi dalam intersinya sesama manusia.
saling menyimpan rasa yang bukan sebagai manusia, bila perlu berbagai cara dapat dilakukan tanpa memperdulikan bahwa dia adalah manusia.
Masa ke masa tetap sama hal yang ditemui, hanya berbeda waktu, tempat & caranya.......
Kita kehilangan kesadaran akan hakekat mendasar sebagai manusia.
Bagikan
Manusia>Masih Seperti Dulu, Dari Masa ke Masa...........
4/
5
Oleh
Admin
.jpg)

.jpg)
.gif)
