Wednesday, November 17, 2010

Kembalikan Polanya

Landasan dasarnya adalah sebuah visi yang sudah cukup sangat jelas, yang merupakan motivasi dasar bagi semua kalangan dan civitas di dalamnya.
menentukan arah dibawah naungan nilai-nilai dan lambang sebagai gambaran serta acuan.
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang bertujuan menciptakan kader yang berpotensi berdasarkan latar belakang keilmuannya di barengi dengan keyakinannya. Kerap disebut sebagai kader yang memiliki Intelektual dan Spiritual.
Beranjak dari sebuah landasar mendasar yaitu visi dan misi sebagai gambaran upaya yang disinkronkan dengan persoalan realitas sosial di tiga aspek medan layan maka muncullah sebuah ide dan gagasan yang semata-mata motivasi dasarnya adalah visi itu sendiri.
namun pada perkembangannya pada saat sekarang ini, nilai-nilai itu semakin terkikis oleh seiring berjalannya waktu. Bukan lembaganya yang berubah, namun orang-orangnya. Apakah dikarenakan oleh perspektif pemahan landasan mendasar itu yang beragam atau bermacam pandangan sehingga banyak timbul penerjemahan terhadap organisasi ini.
Ada yang menyebutnya dengan terminal kader, dimana orang bebas untuk keluar dan masuk.
Tetapi tidak hanya sampai pada wacana itu, bebas keluar masuk dalam artian pembinaan selama dia masuk atau selama di organisasi hendaknya dibina sebagaimana mestinya organisasi ini. Jiika kelak dia menjadi kader yang berbagai macam bentuk maka jadilah kader yang membawa nilai-nilai organisasi itu sendiri. (Kader yang takut akan Tuhan)
Pengutusan jangka panjang dan pembinaan yang sejak dini merupakan upaya yang mutlak di GMKI, agar kelak dapat menjadi "Garam & Terang" ditengah-tengah interaksinya sehari-hari. Sehingga nilai-nilai itu dapat di implementasi, dan meminimalisir krisis atau persoalan yang ada dari masa ke masa hingga sekarang ini menuju masa yang akan datang.
Salah satu gambarannya adalah, sosok kader yang berlatar-belakangkan keilmuan seperti Hukum, harapannya kelak dapat menjadi aparatur atau aktor hukum yang Takut akan Tuhan, dan dapat menjadi "Garam & Terang".
Akan tetapi apatisme yang timbul dan simpang siur yang ada sekarang ini membawa organisasi ini semakin jauh dari tempat atau koridor dimana organisasi ini berujalan dan berpijak.
Pehamanan yang beragam dan  juga pandangan tiap civitasnya membawa kearah yang tidak lagi dalam menintenskan intensitas interaksi seorang mahasiswa yang akan dijadikan sebagai kader.
Kemunduran dan kepudaran nilai-nilai itu menjadi dilema dan pergumulan dari masa ke masa, yang menjadikan sesama kader saling bertatap muka dan menyimpan penuh rasa curiga.
unjuk daripada landasan itu sendiri tidak dapat dirasakan lagi, maka merupakan hal yang sangat mustahil jika bermimpi dan berharap GMKI masih menjunjung tinggi eksistensinya sebagai lembaga kaderisasi ditengah-tengah mahasiswa kristen secara keseluruhan.
masihkah mampu kelak kader itu seperti kader yang takut akan Tuhan, atau kader yang menjadi "Garam & Terang"....???
Interaksi dan dinamika organisasi saat ini yang tidak lagi mencerminkan atau memberi sebuah gambaran yang membangun untuk dijadikan refensi bagi generasi-generasi berikutnya.
Hal ini salah satu contoh dimana GMKI mengalami kemunduran, tidak lagi mendidik profesionalitas melainkan menggiring kearah yang lebih familiar.
sehingga setiap hal dan persoalan yang berbenturan dengan berbagai kepentingan sering dikaburkan dan diaminkan, maka tidak ada perbedaan antara mahasiswa yang menyandang identitas sebagai anggota organisasi dengan yang tidak sama sekali.

Bagikan

Jangan lewatkan

Kembalikan Polanya
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online