Pagi itu, saat terbangun langsung kuraih handphone saat badan masih terkulai di atas tempat tidur.
aku melihat ada satu pesan masuk, saat kubaca isi pesannya " sory menggangu, ne rhein ya...???"
lalu q balas, "yup, ne siapa..??""
"ini qia, masih ingat kan..?" balasnya.
aku terkejut saat mengetahui itu adalah dia, setelah sekian lama tak pernah ada kabar dan komunikasi.
kami saling tanya kabar.
"syukur deh masih ingat, aku masih d papua rhein. kamu apa kabar? kuliah kamu gimana? dah merit? sory banyak tanya...", "belum, masih kuliah..." jawabku.
"kemaren koq ga bilang-bilang kalau km merit bulan januari tahun ini...??? padahal terakhir kamu bilang bulan 3 tahun lalu?" tanyaku.
"aku ga bisa, kayak ada sesuatu gitu yang halangin, rhein aku pengen nanya sesuatu tapi kamu harus jawab jujur...." (qia)
"tanya apa...?"
"Dah 8 bulan aku berumah tangga, sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda punya anak. Kamu ikhlas ga lepasin aku..??? Kamu masih sering ga ingat ma aku...??" Aku ga tau kenapa aku tuh ingat kamu terus.." (qia)
"aku ikhlas koq, kalau ingat sih masih sering. lagian kenapa kamu juga masih sering ingat aku...???"
"Bahkan bulan kemaren aku baru operasi usus buntu, kata dokter sekitar satu tahun lagi baru bisa hamil, itu pun kalau langsung ada. Kamu tau ga kalau aku lagi masalah dikit aja, aku langsung ingat kamu, padahal aku sayang banget sama suami ku. Aku ga tau harus gimana, please lepasin aku rhein...." (qia)
"Sejak saat itu, dua tahun lalu aku berusaha semampu ku untuk menerima semua itu, tahun pertama aku belajar untuk menerima semua itu, bulan di akhir tahun aku belajar untuk melupakan dan mengikhlaskn mu. Tahun kedua di hari ulang tahun ku kucoba untuk membuka diri, tapi gagal. Sehingga kuputuskan untuk melanjutkan misi untuk menutup diri. Aku udah ikhlas, aku berdoa semoga kamu selalu diberkati dan keluarga mu. karena kebahagian mu adalah salah satu tujuan ku saat mimpi yang tertunda itu tak lagi milikmu"
"Makasih banyak buat buat doanya, aku juga akan berdoa buatmu semoga hidup kamu diberkati Tuhan. Salam dan doaku buat kamu.." (qia)
Setelah itu aku merasa sesuatu yang lain, sejak mengetahui itu adalah dia.
aku coba untuk menceritakan hal itu kepada salah seorang teman ku, namanya rosa.
rosa adalah teman ku dan saksi cerita itu ada dia sering memanggilku tulang (paman) panggilan akrabnya "lang". wajar aja, karena sejak saat itu semua aku ceritain ke rosa dan hampir setiap malam. hingga dia juga lama-lama jenuh mendengar cerita ku yang sama.
aku kirim semua sms qia ke rosa. "lang, sepertinya kau belum iklas gitu...kasihan dia lang, jalan kalian udah berbeda. biarkan dia meraih bahagianya meski tak bersamamu" (rosa)
"Yeee.... koq malah gitu..??? Aku udah ikhlas koq, cuma yang mengganjal di hati ku kenapa dia ga kabari aku saat pesta pernikahannya. Padahal tempatnya ga jauh dari medan. Bayangin coba papua seumatera, paling ga itu bs jadi pertemuan terakhir..." jawabku.
"Ya udahlah.... dua tahun kau lang ga tuntas masalah itu.. kini saatnya kau bangkit dan kubur dalam-dalam masa lalu mu itu..." (rosa)
"Yup,,,"
"kalau menurutku dia hanya di kejar rasa bersalah, makanya aku tanya kau iklas atau ga... Kalau kau iklas pasti kau ga mengharapkan apapun dari dia lagi termasuk bertemu dengannya dalam moment-moment terakhir. Aku rasa kau memang harus melupakannya dan itulah yang buat dia bahagia. Inti dari semua omongannya adalah agar kau maafin dia. karena mungkin dia merasa apa yang terjadi padanya adalah karma karena telah menyakitimu" (rosa)
"Iya, aku iklas. masak kau ga percaya..."
"menurutmu iklas gimana? Menurutku iklas itu sangat-sangat rela, rela jauh, rela ga ketemu, rela sakit hati, rela rindu, rela memendam rasa bahkan sampai mati." (rosa)
Bagikan
Yang pernah ada....
4/
5
Oleh
Admin
.jpg)

.jpg)
.gif)
