
Disebuah kota kecil di komplek militer, tinggallah seorang gadis kecil bersama keluarganya.kesehariannya dia selalu memakai payung berwarna biru kemana pun dia pergi.
setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah ibunya selalu berpesan agar berhati-hati selama di jalan, dan jangan mau di ajak ngobrol dengan orang yang tidak dikenali.
si gadis pun berjanji ke pada ibunya dan melanjutkan langkahnya dengan memakai payung kesayangannya.
si gadis sering berdiri di persimpangan dekat dengan rumahnya, ia menatapi rerumputan yang hijau di sore hari dan tersenyum kecil melihat capung-capung yang terbang kesana-kemari.
ingin rasanya si gadis berlari bermain dengan capung-capung itu.
teringat pesan ibunya agar dia tidak nakal. lalu si gadis hanya berdiri di persimpangan yang di kelilingi rumput hijau da pepohonan.
hingga si gadis beranjak dewasa dan melanjutkan studinya ke kota.
dia mengalami banyak perubahan selama di kota, dulu yang si gadis sering mamakai payung berwarna biru kini sudah sangat jarang.
si gadis selama mengikuti studinya dan anjak dewasanya menjalani hari-hari yang semakin hari membawanya tumbuh semakin dewasa.
ia mengenal dan belajar banyak hal. suka-duka, cita-cinta, asa-penat, dan liku-liku hidup.
kini si gadis beranjak melanjutkan langkahnya yang tak pernah ia ingin berhenti demi meraih mimpi, cita dan cintanya.....
pada setiap orang yang ditemuinya, si gadis banyak belajar tentang apa yang tidak atau belum pernah di pelajari atau di alaminya.
sehingga di sering enggan untuk bercerita, tentang masa-masa yang pernah si gadis lalui.
dilema jiwa saat seribu tanya menghampirinya mengenai sebuah rasa yang coba untuk dihantarkan oleh kebanyakan orang untuk dapat mencurahkan rasa yang kini sudah melekat pada naluri orang dewasa.
si gadis semakin bingung dengan apa yang menjadi keputusannya terhadapnya setiap orang yang datang menghampirinya dan mencoba untuk menawarkan sebuah pengorbanan dengan setulus hati mereka.
si gadis dalam anjak dewasanya masih berdiam diri dan mencoba utnuk menjalani hari demi hari hingga tiba saatnya nanti dia akan memutuskan siapa yang akan menjadi pilihannya untuk mengisi hatinya dan mewarnai hidupnyak, meskipun sebelumnya si gadis sudah pernah mengalaminya.
"Gadis Berpayung Biru" itu sebutan akrab saat dia masih belia, namun hingga kini masih ada orang yang memanggilnya dengan sebutan itu.
dia manis, cantik, baik, trus kalau marah si gadis seperti peri kecil yang melayang mengenakan payung biru di sela hembusan angin.
Kini si gadis sudah dewasa, entah kapan dia akan memutuskan kapan ia akan mengambil sebuah keputusan terhadap siapa yang akan dia pilih untuk mengisi hatinya dan mewarnai hidupnya....
Gadis, seribu hati menantimu...
namun hanya satu bagimu hati yang bercahaya di matamu.
maka itulah pilihanmu, dan terbaik untukmu...
raih cita dan cinta mu setinggi mungkin.
buat senyummu mewarnai dunia saat mereka bisa melihatnya.
buat air matamu membasahi pipi saat mereka melihat kamu dan saat air mata itu tercucur.
buat semua orang mengerti akan arti apa yang menjadi akhir dari penantian mereka selama ini...
senyum mu dapat mengalihkan perhatian mereka saat menatapmu dan berharap kamu memberi sebuah jawaban sebagai unjuk kepastian atas penantian mereka...
kamu mungkin pelipur bagi mereka, meraka yang mencoba untuk memasuki ruang di hatimu melalui celah-celah kecilnya....
maka mereka akan mengerti akan apa yang saat ini mereka alami.
Gadis, you're so sweet....
Bagikan
Gadis Berpayung Biru
4/
5
Oleh
Admin
.jpg)

.jpg)
.gif)
