Friday, July 23, 2010

<-Gadis Berpayung Biru->

"Dek" itu sapaan akrab kerap kali aku memanggilnya.
dia gadis yang ku kenal sekitar tahun 2008 dikosan teman perempuan yang gak jauh dari kos dimana aku tinggal.
awalnya biasa aja, seingat pikiranku aku dan gadis itu hanya sebatas sapa.
setelah setahun kemudian seorang teman yang bernama adi mengajak ku jalan2 ke siantar. Disana kami menginap dirumah pacar temen ku adi, namanya ika. ika teman berteman akrab dengan gadis yang kerap ku panggil "Dik". Sekitar tiga hari disana hingga pada saat pulang si "Dik" ikut dengan kami balik ke Medan, pada saat itu kebetulan kami mengendarai mobil kijang avanza yang di rental dari medan.
Sepanjang perjalanan semua terasa biasa aja, ngobrol seadanya sambil menikmati pemandangan dan kemacetan disepanjang perjalanan menuju kota medan.
lama setelah itu tanpa sengaja aku bertemu dengan gadis itu di kos-an ika pacarnya temen ku adi, karena pada saat itu adi dan ika lg ada masalah jadi aku diminta untuk nemanin si gadis yang kerap ku panggil "dik".
takut mengganggu ika dan adi, kami memutuskan untuk pergi ke warung internet.
aku dan si gadis pesan satu kom, kesepakatannya main internetnya gantian. (hehehe...)
buka facebook, update status, chatting, dll secara bergantian.
tapi sejak malam itu aku bersama dengan si gadis berduaan di kom warung internet, aku merasa ada yang aneh dengan perasaanku...
padahal tadinya untuk mikirin hal itu aja aku gak pernah, tapi yang jelas aku merasa nyaman, damai, dan tentram.
aku merenungkan kejadian malam itu, ahk,,,, itu cuma perasaanku aja! Tapi gak dipungkiri semakin hari aku bersama dengan dia rasa itu semakin bertambah.
tapi aku masih menyembunyikannya dalam hati. aku curhat ke ika soal itu, tapi dia bilang "nanti itu perasaan mu aja,,,,!", "yakinkan dulu dirimu bang" ucapnya.
"aku juga gak tau" jawabku. "yang pasti aku merasa dia membayangi setiap lamun dan imajinasiku, aku merasa cemburu kalau dia bahas soal cowok, aku merasa ada yang kurang kalau gak dengar kabar dari dia" ujarku mencoba untuk menjelaskan.
"terserahmulah bang"jawab ika.
sejauh pendekatanku terhadap si gadis, aku sedikit banyak tahu tentang dia. terutama persoalan cowok yang dia suka atau yang dekat dengan dia, tapi aku tak perduli itu.
yang ku tahu aku memiliki rasa, dan rasa itu untuknya. aku menetapkan bahwa dia-lah pemilik rasa yang kualami saat ini, hingga tak ada alasan bagiku untuk tidak menyampaikan dan mencurahkannya.
aku tahu saat ini dia sangat dekat dengan cowok.
aku cuek aja, yang buat aku merasa nyaman dengan semua itu, si gadis juga menyikapi ku tanpa ada sikap enggan.
"Dik, km dmn...???" tanyaku lewat pesan singkat melalui handphone.
"di kos, kenapa..?" balasnya
"aku main ketempatmu ya...?!"balasku
"boleh"jawab si gadis.
setibanya aku ditempat si gadis kami duduk di teras kos-annya. bercerita, canda-tawa.
disela perbincangan dia bilang ingin mengatakan sesuatu, tapi takut nanti kamu tersinggung. ucapnya...
"yah,,, gak segitunya la..."ucapku
"ahg,, ga jadi deh.."balasnya
"hmm... beneran ga mau bilang..??" tanyaku
"ga lah, belum saatnya"jawabnya

aku diam dan terus memandanginya dengan penuh rasa penasaran terhadap apa yang hendak dikatakannya.
"ya udah kalau ga mau bilang, aku juga ga maksa kok..."ucapku
kami bergegas ketempat tongkrongan dinamai bubur jagung, dimana kami sering nongkrong sambil menikmati hidangan yang ada bersama teman2 lainnya termasuk ika.
sehabis dari tempat bubur jagung, kami bergegas menuju tempat karaoke.
disana sikapnya aneh, seakan ada sesuatu hal yang disembunyikan.
tapi aku ga mau ambil pusing.
setibanya dikos-an badanku demam karena kehujanan, semalaman menggigil kedinginan.
ke-esokan harinya si gadis sms aku. "dimana kw bg...???"
"dikos, sakit q dk" balasku.
"sakit ap, udh minum obat..??"tanyanya
"udah.."blsku
"perlu aku kesitu...??"tanyanya
"terserah, nanti ngerepotin..??!!"tanyaku
sesampainya dia bersama seorang temannya di kos-anku semua biasa aja, yang ada aku merasa senang dia datang menjenguk ku.
sepanjang malam dan selama detik berlalu bayang si gadis terus membayangiku,,,
sakitpun tak terasa lagi.. hehe...

esok harinya aku semakin pulih, ika datang menjenguku bersama temannya bernama delo.
mereka mengajakku nongkrong ke gorengan, aku ikut mereka ke gorengan.
setibanya di gorengan si gadis datang mnyusul kami.
selama di gorengan semua terasa garing, membuat ku semakin yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh si gadis dan ika.
tapi aku cuek aja...

aku merenungkan masalah rasa ku terhadapnya, hingga aku memutuskan untuk tetap ingin mencurahkan rasa itu denga tulus dan ikhlas walau disamping itu aku menggantungkan sebuah harapan. karena menurutku cinta tak harus memiliki, namun gak salah juga kan berharap.....

aku selalu membuang jauh2 negative think tentang dia, walau gak ku pungkiri itu selalu menghampiri ku...
dari antara sekian banyak cowok yang dekat dengannya aku ga pernah peduli.
menyayanginya dengan seungguh bagiku itu sudah cukup.

sampai pada suatu ketika dimana aku tak pernah ingin tahu dan mendengarnya, salah orang yang kenal dengan si gadis berceritatentang si gadis...
kalu soal kisah pacaran si gadis, atau mantan, atau cowok yang dekat atau apapun itu aku ga pernah peduli.
tapi yang membuat aku kehilangan semangat, si gadis diam-diam menyukai teman dekat ku, teman dimana suka & duka, makan ga makan, dll.
aku lemas terkulai bagai tak berdaya mendengarnya....
dalam hatiku selalu berteriak "Dik, keanpa harus itu...????". "Dik, kenapa ga kamu bilang dari awal...??","saat rasa itu menjadi sebuah bingkisan khusus buatmu...???""
hatiku meronta tak kharuan. "aku berhak menyayanginya, dia berhak menyayangi siapapun"ucapku dalam hati. tapi tetap aku merasa kehilangan semangat jika mengingatnya...
aku menghabiskan malam di warnet begadang sampai pagi semata-mata untuk melupakan hal itu, tetap aja ga bisa...
"Dik, aku harus gimana kini...???"
beri aku satu alasan untuk dapat kuterima agar aku dapat berlalu dari hidupmu, tapi jangan pernah melarangku untuk membunuh rasa yang ada padaku. karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa rasa itu adalah untuk mu.
sekalipun kamu tak pernah mencintaiku, sekalipun kamu mencintai orang lain tapi aku tetap akan mencurahkan rasa itu tanpa harus memilikimu.
hingga akhirnya aku mampu untuk membuka pintu hatiku kembali, karena sulit bagi untuk menemukan sosok yang bisa buat aku merasa nyaman ketika berada disampingnya.
mungkin aku baik bagimu, tapi buakn yang terbaik untuk mu...
satu hal yang perlu kamu ketahui, aku akan selalu ada untukmu. karena tak ada kutemukan alasan bagiku untuk menghentikan rasa itu dan berpaling mengabaikan apa yang sebenarnya aku rasakan...
walau berat, aku terima keputusanmu memilih sahabat dekatku....
tujuanku mencurahkan rasa itu semata-mata melihatmu tersenyum lepas dan merasa bahagia, bila itu kau dapat dari orang lain maka itu bagian daripada tujuanku menyayangimu....
untuk saat ini aku belum mampu katakan selamat tinggal, tetapi semoga bahagia bersamanya...(entah siapa pun itu)
kuharap kamu menyayanginya seperti aku menyayangimu...
aku tak perlu cucurkan air mata, karena itu bukan kesedihan bagiku, bukan penyesalan bagiku. hanya untuk sementara aku merasa kehilangan semangat bila mengingatnya..
tapi yakinlah, "Ill be your friend, my love will never end"

Bagikan

Jangan lewatkan

<-Gadis Berpayung Biru->
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online